Perencanaan lokasi merupakan salah satu aktifitas awal yang harus dilakukan pra operasionalisasi perusahaan. Lokasi direncanakan dengan tujuan yang sudah tidak asing terdengar, yaitu efektif dan efisien atau dengan kata lain disebut baik. Tujuan perencanaan lokasi untuk menentukan lokasi perusahaan sebaik mungkin agar beroperasi maupun berproduksi dengan lancar. Penentuan lokasi yang baik akan memberikan output kemampuan perusahaan. Kemampuan tersebut, diantaranya : perusahaan mampu melayani konsumen dengan memuaskan, memperoleh bahan mentah yang cukup dan berkesinambungan pada harga yang diinginkan, mendapatkan tenaga kerja berkinerja, dan dikemudian hari mampu memperluas diri. Dengan demikian, dapat digoreskan empat variabel penentu lokasi usaha yang baik paling tidak mesti mempertimbangkan pasar, bahan baku, tenaga kerja, dan kesempatan perluasan. Banyak perusahaan didirikan dekat dengan pasar agar menggapai kuantitas maupun kualitas konsumen, cepat memberikan pelayanan, dan atau memperoleh biaya pengiriman yang hemat. Variabel pasar juga mempertimbangkan aspek keamanan produk serta kemungkinan kerusakan selama dalam perjalanan pengiriman. Bagi perusahaan jasa tidak terhindarkan variabel pasar dengan indikator kedekatan pasar lantas diukur secara ordinal melaui ukuran tingkat kedekatan lokasi perusahaan dengan pasar adalah penting untuk dekat. Perusahaan memerlukan bahan mentah untuk diolah. Bahan mentah tersebut, diangkut dari tempat asal menuju lokasi perusahaan terkait. Perusahaan berkepentingan selalu memperoleh bahan mentah secara mudah, murah dan cepat pada biaya yang minimal. Terdapat dua alasan mengapa lokasi perusahaan dekat dengan tempat sumber bahan mentah. Alasan-alasan yang dimaksudkan ialah tingkat kebutuhan, dan tingkat ketahan bahan mentah. Seperti perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan maupun pengalengan ikan. Andai jauh aduh berat memikulnya atau busuk diperjalanan. Tenaga kerja termasuk variabel penentu lokasi usaha yang baik. Yang dipertimbangkan berkenaan dengan misal upah tenaga kerja, kuantitas tenaga kerja, dan kualitas tenaga kerja. Upah tenaga kerja terasa begitu krusial untuk perusahaan padat karya. Sedangkan variabel penentu yang terakhir adalah kemungkinan perluasan. Semakin besar peluang perusahaan memperluas dirinya di kemudian hari maka semakin baik lokasi perusahaan. Lokasi perusahaan yang baik berhubungan dengan variabel pasar, tenaga kerja, bahan mentah, dan kemungkinan perluasan.
Tampilkan postingan dengan label place. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label place. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Oktober 2010
5. Retribusi izin tempat usaha digenjot
Pemkot Palembang studi banding ke kota lain
BISNIS INDONESIA
PALEMBANG Pemkot Palembang berencana menaikkan tarif surat izin tempat usaha (SITU) karena tarif yang
ada dinilai terlalu murah dibandingkan dengan daerah lain.
"Besaran kenaikan masih akan dikaji karena harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi di Palembang. Selain itu, kami akan melakukan studi banding ke kota lain. Kenaikan tarif SITU (Surat Izin Tempat Usaha) diharapkan dapat lebih memaksimalkan pendapatan daerah," Syamsul Djauhari, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Palembang, pekan lalu.
Dia menjelaskan retribusi SITU saat ini terbagi dalam lima golongan. Golongan I tarifnya sebesar Rpl75.000 pertahun, dengan luas lahan 3x4 meter, golongan II (Rp250.OOO per tahun), golongan HI (Rp400.000 per tahun), serta golongan IV dan IV tarif yang berlaku sesuai dengan luas lahan.
Menurut dia, jika dilihat dari nilai nominal, sebenarnya pembualan SITU jauh lebih murah dibandingkan dengan retribusi pasar. Hal itu karena SITU berlaku untuk 2 tahun dan perlu dilakukan penyesuaian.Hingga kini, lanjut Syamsul, realisasi pendapatan BKPMD Palembang sudah melampaui target hingga 107%. Dua jenis izin yang dikelola, yakni SITU dan surat izin gangguan BKPMD berhasil meraup pendapatan Rp3,4 miliar dari target Rp2,76 miliar. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu, hanya Rp2,6 miliar yang diperoleh dari 7.000 SITU.
Artinya, sambungnya, kesadaran masyarakat Palembang untuk membuat SITU dan surat izin gangguan semakin baik.
"Selain itu, dari sisi pelayanan sekarang juga jauh lebih baik. Namun, bukan berarti kami sembarangan memberi izin," tegasnya.Menurut Syamsul, BKPMD Palembang juga mengutamakan pengawasan tetap. Bahkan, imbuhnya, tidak memberikan izin kepada usaha yang tidak layak.
Permudah layanan
Dalam perkembangan lain, untuk menarik investor badan publik seperti pemerintah daerah se-
mestinya mempermudah pelayanan izin usaha, seperti IMB, SIUP, TDP, HO dan sebagainya. Bagi investor pelayanan cepat dan mudah dinilai penting karena akan meminimalisasi munculnya ekonomi biaya tinggi.
"Normatifnya, mesti ada standar pelayanan publik yang dilakukan aparat pemerintah yang sesuai dengan peraturan daerah (perda). Bisa saja biaya pelayanan lebih tinggi dari biasanya dan ini yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi," kata Kepala Komisi Ombudsman Kantor Perwakilan Sumut-NAD Faisal Akbar Nasution akhir pekan lalu.
Secara nasional, paparnya, Ombudsman banyak menerima pengaduan masalah perizinan usaha. Untuk Sumut-NAD belum menerima pengaduan masalah administrasi izin usaha. Barang-kali, sambungnya, hal itu disebabkan oleh sikap investor yang ingin cepat selesai urusan tanpa dipersulit. Bisa saja kalangan usaha belum memanfaatkan komisi untuk mempermudah pelayanan administrasi yang dilakukan penyelenggara negara dan pemerintah.
Dia menilai pola pikir dan perilaku aparat pemerintahan terkesan minta dilayani. Akibatnya, kalangan investor yang ingin urusan cepat bernegosiasi mempermudah pelayanan izin usaha dengan cara jalan pintas, misal-
nya dengan memberi tips atau sogokan kepada aparat pemerintah daerah.
"Pungutan liar akan menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Hal ini akan memengaruhi iklim investasi. Mesti ada perubahan mindset oleh aparat pemerintah kita."Faisal mencontohkan pengalaman izin IMB, semestinya surat IMB bisa cepat keluar 1 bulan tetapi faktanya bisa terbit 3 bulan. Padahal, masuknya investasi akan mengurangi beban sosial pemerintah, antara lain berkurangnya pengangguran, tumbuhnya lapangan kerja, naiknya pendapatan masyarakat, serta kegiatan-kegiatan ekonomi yang memberi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Menurut dia, kalangan masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik. Pelayanan buruk, sambungnya, sama dengan perilaku koruptif.Dia mengungkapkan sepanjang 2009, khususnya periode 5 Januari-10 Desember, Komisi Ombudsman Perwakilan Sumut-NAD menerima 64 laporan dengan klasifikasi pelapor terbanyak dari perorangan/korban langsung, kelompok masyarakat dan profesi. k49/ki4/bambang supriyanto) (redoksi@bisnis.co.id)
BISNIS INDONESIA
PALEMBANG Pemkot Palembang berencana menaikkan tarif surat izin tempat usaha (SITU) karena tarif yang
ada dinilai terlalu murah dibandingkan dengan daerah lain.
"Besaran kenaikan masih akan dikaji karena harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi di Palembang. Selain itu, kami akan melakukan studi banding ke kota lain. Kenaikan tarif SITU (Surat Izin Tempat Usaha) diharapkan dapat lebih memaksimalkan pendapatan daerah," Syamsul Djauhari, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Palembang, pekan lalu.
Dia menjelaskan retribusi SITU saat ini terbagi dalam lima golongan. Golongan I tarifnya sebesar Rpl75.000 pertahun, dengan luas lahan 3x4 meter, golongan II (Rp250.OOO per tahun), golongan HI (Rp400.000 per tahun), serta golongan IV dan IV tarif yang berlaku sesuai dengan luas lahan.
Menurut dia, jika dilihat dari nilai nominal, sebenarnya pembualan SITU jauh lebih murah dibandingkan dengan retribusi pasar. Hal itu karena SITU berlaku untuk 2 tahun dan perlu dilakukan penyesuaian.Hingga kini, lanjut Syamsul, realisasi pendapatan BKPMD Palembang sudah melampaui target hingga 107%. Dua jenis izin yang dikelola, yakni SITU dan surat izin gangguan BKPMD berhasil meraup pendapatan Rp3,4 miliar dari target Rp2,76 miliar. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu, hanya Rp2,6 miliar yang diperoleh dari 7.000 SITU.
Artinya, sambungnya, kesadaran masyarakat Palembang untuk membuat SITU dan surat izin gangguan semakin baik.
"Selain itu, dari sisi pelayanan sekarang juga jauh lebih baik. Namun, bukan berarti kami sembarangan memberi izin," tegasnya.Menurut Syamsul, BKPMD Palembang juga mengutamakan pengawasan tetap. Bahkan, imbuhnya, tidak memberikan izin kepada usaha yang tidak layak.
Permudah layanan
Dalam perkembangan lain, untuk menarik investor badan publik seperti pemerintah daerah se-
mestinya mempermudah pelayanan izin usaha, seperti IMB, SIUP, TDP, HO dan sebagainya. Bagi investor pelayanan cepat dan mudah dinilai penting karena akan meminimalisasi munculnya ekonomi biaya tinggi.
"Normatifnya, mesti ada standar pelayanan publik yang dilakukan aparat pemerintah yang sesuai dengan peraturan daerah (perda). Bisa saja biaya pelayanan lebih tinggi dari biasanya dan ini yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi," kata Kepala Komisi Ombudsman Kantor Perwakilan Sumut-NAD Faisal Akbar Nasution akhir pekan lalu.
Secara nasional, paparnya, Ombudsman banyak menerima pengaduan masalah perizinan usaha. Untuk Sumut-NAD belum menerima pengaduan masalah administrasi izin usaha. Barang-kali, sambungnya, hal itu disebabkan oleh sikap investor yang ingin cepat selesai urusan tanpa dipersulit. Bisa saja kalangan usaha belum memanfaatkan komisi untuk mempermudah pelayanan administrasi yang dilakukan penyelenggara negara dan pemerintah.
Dia menilai pola pikir dan perilaku aparat pemerintahan terkesan minta dilayani. Akibatnya, kalangan investor yang ingin urusan cepat bernegosiasi mempermudah pelayanan izin usaha dengan cara jalan pintas, misal-
nya dengan memberi tips atau sogokan kepada aparat pemerintah daerah.
"Pungutan liar akan menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Hal ini akan memengaruhi iklim investasi. Mesti ada perubahan mindset oleh aparat pemerintah kita."Faisal mencontohkan pengalaman izin IMB, semestinya surat IMB bisa cepat keluar 1 bulan tetapi faktanya bisa terbit 3 bulan. Padahal, masuknya investasi akan mengurangi beban sosial pemerintah, antara lain berkurangnya pengangguran, tumbuhnya lapangan kerja, naiknya pendapatan masyarakat, serta kegiatan-kegiatan ekonomi yang memberi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Menurut dia, kalangan masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik. Pelayanan buruk, sambungnya, sama dengan perilaku koruptif.Dia mengungkapkan sepanjang 2009, khususnya periode 5 Januari-10 Desember, Komisi Ombudsman Perwakilan Sumut-NAD menerima 64 laporan dengan klasifikasi pelapor terbanyak dari perorangan/korban langsung, kelompok masyarakat dan profesi. k49/ki4/bambang supriyanto) (redoksi@bisnis.co.id)
3.Dimana Tempat Terbaik Untuk Berbisnis ?
2. pasar tempat usaha yang baik
Pasar Kaget Sebagai Test Market Merintis Usaha bagi Pemula
Agus RasidiMon, 27 Oct 2008 07:57:29 -0700
Pasar Kaget Sebagai Test Market Merintis Usaha bagi Pemula
September 21, 2008 by arsipbisnis
Pasar kaget atau pasar tumpah kian banyak ditemui di berbagai tempat. Ibarat
pepatah, di mana ada gula di situ ada semut demikian juga dengan para pedagang
yang kebanyakan pengusaha kecil ini menyerbu tempat keramaian dan menggelar
dagangannya. Maklum, fenomena pasar kaget ini kerap menjadi alternative belanja
tak terduga bagi orang yang melintas di tempat tersebut. Yang menarik, jika
dulu lokasinya berada di badan jalan nan sempit kini pasar kaget telah merambah
kawasan perumahan elit. Bagaimana prospek bisnis membuka usaha di pasar kaget?
Apakah benar tempat ini layak disebut incubator merinis usaha bagi pemula dan
bagaimana tips agar sukses berjualan di sini?
Pasar yang muncul secara tiba-tiba di tempat keramaian merupakan suatu peluang
usaha yang baik bagi pemula. Seperti tempat olahraga di Minggu pagi yang
disesaki bukan hanya oleh orang yang berolah raga tapi juga dimanfaatkan
pedagang kecil untuk menggelar dagangan. Bukan hanya hari Sabtu, Minggu dan
hari libur, kesempatan Jumatan pun kerap dimanfaatkan pedagang berjualan. Belum
lagi pada acara-acara tertentu yang menyedot masa menjadi sasaran empuk
pedagang menyulap jalanan menjadi pasar. Uniknya, kegiatan jual beli di pasar
ini tak berjalan lama, biasanya hanya dalam jangka waktu beberapa jam kemudian
pasar ini pun bubar. Tak heran situasi ini dikenal dengan pasar kaget alias
pasar tumpah.
Menurut Yuliana Agung, CEO dari Center for Customer Satisfaction &
Loyalty (CCSOL) hal ini merupakan insting manusiawi pengusaha yang melihat jeli
kesempatan untuk meraih keuntungan di tengah keramaian. Lebih lanjut ditegaskan
bahwa pelaku usaha di pasar kaget ini tak lain pemula yang baru menjajal usaha
atau pengusaha kecil yang menyasar segmen menengah ke bawah. Hebatnya, mereka
telah mengetahui secara jelas kebutuhan target marketnya sehingga mereka
menjual barang yang tepat. Misalnya saja di pelataran masjid saat jumatan.
Barang yang dijajakan pun disesuaikan dengan calon pembelinya seperti
perlengkapan solat, minyak wangi non alcohol, bacaan Islami, makanan hingga
perkakas yang semuanya dijual dengan harga murah.
Ajang Tes Market.
Hal lain diungkapkan Yadi Budhi Setiawan, Direktur Pengelola Force One yang
menyebutkan bahwa pasar kaget yang banyak ditemukan hampir di tiap daerah ini
merupakan inkubator tumbuh kembangnya pengusaha kecil. Bagaimana tidak, tak
sedikit pemula yang iseng-iseng menjajal usaha di tempat ini akhirnya serius
menekuni usaha tersebut. Selain itu disebutkan juga bahwa pasar ini dapat juga
menjadi alternative bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan bekerja.
Pendapat Direktur Pengelola Force One ini pun diamini Yuliana Agung, selain
sebagai inkubator, pasar kagetpun tepat dijadikan sebagai pengujian diri dan
tes market produk yang akan dilempar ke pasar. "Bagi pengusaha yang ingin
serius menekuni usaha, dengan melakukan 1-3 kali jualan di pasar ini dapat
mengetahui apakah kita menyukai berjualan dan dapat menjadi pengusaha sungguhan
serta mengetahui apakah produk tersebut diterima, atau tepat dengan pasar yang
disasar" terang Yuliana Agung. Indikatornya dapat dilihat dari banyaknya
pengunjung yang datang, terjadi transaksi yang terus meningkat, dan produk yang
dijual cukup bervariasi. "Penjualan makanan, pakaian, aksesoris dan perabotan
rumah tangga sudah pasti menjadi urutan proiritas konsumen memilih produk yang
akan dibeli di pasar ini," papar Yadi Budhi Setiawan.
Jadi bagi pedagang yang senang berjualan di pasar yang banyak pemain dan
konsumen serta beragam produk yang ditawarkan, ada baiknya menempati tempat
yang tetap sehingga pelanggan tak perlu sulit mencari ketika ingin membeli
produknya kembali. Namun bagi pedagang yang berjualan di lapak (tempat jualan)
yang berbeda, Yuliana Agung menyarankan agar tetap memiliki ciri khas.
"menggunakan alas atau tenda dengan warna cerah, warna warni atau berbeda dari
yang lain dapat mengingatkan pembeli pada Anda. Selain itu untuk menarik
konsumen menghampiri Anda, berteriak-teriak juga dapat dilakukan," tutur
Yuliana Agung. Hal ini pula yang dilakukan Anto penjual kaos kaki di pasar
kaget depan Pemda Cibinong Bogor yang berteriak "Ayo, Bu.Ayo Pak.kaos kaki
murah.Rp 5000 dapat 3, kapan lagi.ayo, murah, dipilih.dipilih."
Selain itu, melakukan tawar-menawar barang pun menjadi daya tarik bai konsumen.
Atau memberikan diskon, menggantung harga Rp. 9.900 untuk tiga macam perabotan
rumah tangga, beli 3 dapat 1 gratis juga dapat dilakukan. Bahkan ditambahkan
Yuliana Agung, semakin ramai tempat jualan, semakin penasaran konsumen melihat
apa yang dijual. Berdasarkan pengamatannya, dari jumlah massa yang ada sekitar
10% saja tertarik pada apa yang dijajakan sudah bagus, dan dari 10% itu
setidaknya ada 10% - 20% orang yang membeli produk. Misal saja dari 1000 orang
pengunjung ada 100 orang yang melihat dan ada 10-20 orang yang membeli produk.
Asumsi harga produk yang dibeli rata-rata Rp 20.000, omset yang dapat diraih
mencapai Rp 200-400 ribu, lumayan bukan?
Persiapan Usaha
Diingatkan Yadi Budhi setiawan, bila berusaha di pasar kaget melayani konsumen
dengan baik bahkan hingga memiliki hubungan after sale yang baik dapat
menjadikan konsumen sebagai pelanggan yang loyal. Ketika telah memiliki
pelanggan yang loyal, tak menutup kemungkinan bagi pedagang dapat memiliki
usaha tetap seperti warung, toko yang tetap ramai dikunjungi pelanggan walau
sudah tidak berjualan di pasar kaget lagi.
Dan sebelum memulai usaha di pasar kaget, diperlukan persiapan
usaha yang cukup. Menyiapkan stok barang yang sesuai dengan target marketnya,
men-display produk dengan rapi seperti digantung atau menggunakan etalase,
menggelar variasi produk hingga menyiapkan uang receh untuk kembalian sangat
diperlukan. Selain itu persiapan modal untuk membeli produk dan mencari tempat
yang strategis pun dianggap perlu.
Fenomena pasar kaget memang terjadi hampir di tiap kota, bukan
hanya pada pagi hari, banyak pasar kaget yang ramai ketika malam tiba. Seperti
pasar kaget di daerah Parung, Kebayoran, Pal Merah, Kebon Jeruk pun ramai dari
jam 6-10 malam. Pasar kaget malam hari diakui Yadi Budhi lebih berpotensi dan
dapat mendatangkan omset lebih besar daripada pasar kaget di pagi hari.
Pasalnya, konsumen yang datang lebih santai sehingga dapat membeli lebih banyak
produk. Malah Yuliana Agung menyarankan pedagang untuk menjual produk lifestyle
seperti arloji, dompet, alat elektronik, aksesoris, lebih cocok dijual pada
malam hari, sedangkan untuk perabotan rumah tangga, makanan, perkakas, dan
mainan anak tepat dijual pada pasar kaget pagi hari.
Senada dengan komentar pengamat marketing tersebut, disebutkan Beni
dan Ega penjual pakaian di pasar kaget Taman Yasmin Bogor dan pasar kaget
belakang Benhil (Bendungan Hilir) Jakarta, mengaku hanya dapat meraih omset Rp
300-500 ribu dari jam 10:00-14:00 tiap Jumat. Diambahkan Beni, beberapa
rekannya yang berjualan di pasar kaget pada malam hari mendapatkan omset jauh
lebih tinggi yakni sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
Yuliana Agung mengungkapkan bahwa harga yang banyak diburu konsumen
yakni di bawah Rp 10 ribu dan beberapa yang di bawah Rp 50 ribu. Meskipun
demikian, pedagang masih mendapatkan keuntungan 2-4 kali lipat dari harga beli,
sehingga jika harga barang Rp 5 ribu dapat dijual dengan harga Rp 10-20 ribu.
Tips Merintis Usaha Pasar Kaget
1. Pilih lokasi yang ramai baik pagi atau malam hari
2. Lihat target market yang akan disasar agar mengetahui barang yang akan
dijual.
3. Cari barang yang murah sehingga Anda dapat memiliki keuntungan 2-4 kali
lipat.
4. Cari jejaring usaha yang dapat menampung produk Anda jika tidak laku
terjual.
5. Sedapat mungkin buat pembeda yang mencolok pada tempat usaha sehingga
menarik konsumen datang dan mudah diingat.
6. Jika berjualan di pasar kaget pada malam hari, diharapkan menggunakan
penerangan yang cukup.
7. Display semua varian produk semenarik mungkin.
8. Harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan menjual
yang atraktif.
9. Siapkan uang receh untuk kembalian. Meskipun kecil tapi hal ini dapat
membuat konsumen kesal hanya untuk menunggu kembalian.
10. Bangun hubungan baik dengan konsumen dan pedagang lain
11. Bekerja keras dan semangat.
Sumber: Peluang Usaha
1. Rahasia Jurus Jitu Menemukan Lokasi Usaha Strategis
Jika mau buka bisnis makanan seperti counter-counter kecil,
restorant, atau mini café..atau mau buka toko apapun di pinggir
jalan…cocok banget pake tips & trik Rahasia menemukan Lokasi Usaha
Strategis dibawah ini :
Lokasi usaha sangat menentukan kesuksesan usaha anda. Pilih lokasi usaha
yang merupakan tempat Lalu lalang orang/penduduk bukan sekedar lalu
lalang mobil. Usahakan Toko atau Counter Usaha Anda mudah dilihat dan
praktis ( Jangan tersembunyi atau tidak terlihat ).
Tanyakan pada diri anda sendiri sebuah pertanyaan “Berapa penghasilan
atau income dari bisnis baru yang akan saya dapatkan jika saya memilih
lokasi ini? ‘,
Kemudian pertimbangkan itu, apakah harga sewanya cukup
masuk akal? ‘. Cari faktor-faktor lain, seperti pohon-pohon yang akan
menghalangi papan nama toko anda. atau bersebelahan dengan bisnis yang
buruk hingga membawa unsur kurang baik disana (kecuali orang itu ada
setelah anda).
Ingat, suatu lokasi yang lebih baik bukan jawaban untuk
semuanya, tetapi hal ini pasti dapat membantu.
Perhatikan !!!
*) Lokasi harus dilalui & terlihat secara langsung oleh orang yang lalu
lalang dengan target utama Misalnya, anak-anak/remaja. Semakin banyak
dilalui orang semakin bagus.
Target penjualan sekitar 10% dari jumlah
orang yang lalu lalang. Percuma jika lokasi ramai dilewati oleh mobil
saja karena mereka tidak akan mau turun sekedar untuk beli.
*) Jangan Mudah Putus Asa & Menyerah jika anda membuka lokasi yang
pertama tidak menunjukan hasil yang memuaskan. Maksimalkan Ikhtiar anda
dengan melakukan tindakan marketing atau “Jemput Bola” JANGAN sekedar
seperti nunggu warung / nunggu orang datang membeli/Sekedar mengandalkan
lokasi saja.
*) Namun bila ikhtiar marketing atau promosi telah maksimal namun tetap
hasilnya tidak terlalu signifikan. Segera pindah lokasi yang lebih baik.
*) Sewa Lokasi adalah merupakan bentuk bagian dari Investasi. Jadi anda
melihat dari sudut pandang Investasi bukan sekedar biaya / pengeluaran.
*) Pastikan bahwa di sana tidak ada saingan yang sama.
*)Selalu UJI dan UKUR mulai dengan Sewa Tempat yang murah/terjangkau
dahulu
*) Lokasi yang bagus tidak harus mahal sewanya, tapi juga jangan
semata-mata kita menyewa lokasi karena murah.
*)Jangan berpikir terlalu lama, meskipun hal tersebut baik untuk
memberikan rasa aman jika lokasi bagus. . . anda perlu untuk
mempertimbangkannya .
*) Pastikan nama bisnisnya dapat terlihat dengan jelas.
*) Pastikan bahwa di sana tidak ada saingan yang sama.
*) Halaman parkir yang luas adalah kelebihan yang besar
Tips & Trik
Mencari Lokasi
1. Amati seberapa banyak jumlah orang yang lalu lalang
2. Amati jam-jam berapa saja wilayah tersebut ramai dilalui orang-orang
3. Amati jam-jam berapa saja wilayah tersebut sepi dilalui orang-orang
4. Jika di sekolah,kampus dll, amati ada berapa jumlah siswa/i atau
mahasiswa/i, cermati daya beli siswa/i, jam berapa keluar main, lebih
sering jajan / nongkrong diluar atau di kantin (belum
tentu/pasti jajan di kantin toh.. )
5. Amati lebih sering ke arah mana mereka berjalan
6. Boleh juga upayakan kesepakatan bagi hasil dengan pemilik tempat
7. Usahakan negoisasi dengan pemilik tempat ambil per bulan dulu.
8. Usahakan area yang dilalui orang untuk aktivitas tiap harinya memang
selalu lewat lokasi yang
anda bidik.
9. Apakah Sabtu atau Minggu ramai? Atau malah sepi ?
10. Anda juga perlu memperhatikan siklus keramaian kunjungan
orang-orang, menandai jam-jam atau hari-hari tertentu.
http://street-smart-entrepreneur-institute.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)